Showing posts with label lifestyle. Show all posts
Showing posts with label lifestyle. Show all posts

Thursday, February 16, 2012


Mencuci rambut adalah salah satu aktivitas yang saking seringnya kita lakukan, kita tak pernah berpikir lagi saat melakukannya. Otomatis saja seperti robot. Padahal banyak hal saat keramas yang selama ini kita lakukan dengan salah. Coba simak aturan keramas berikut ini, apakah kita sudah melakukan hal yang benar?

Tak perlu tiap hari
Keramas setiap hari, boleh. Tapi tak semua rambut perlu keramas tiap hari. Jika Anda rutin berolahraga setiap hari, maka keramas setiap hari adalah kewajiban. Namun jika rambut Anda kering, atau keriting dan tebal mengembang, keramas cukup dua hari sekali.

Wajib menyisir dulu
Menyisir tak hanya dilakukan untuk merapikan rambut. Saat basah, rambut menjadi lebih rapuh, mudah patah, dan mudah rontoh. Akan lebih parah jika rambut dalam keadaan kusut saat dibasahi. Jadi sebelum menyiram rambut dengan air, pastikan rambut dalam keadaan rapi dan sudah disisir.

Perhatikan label shampo
Jika rambut Anda berminyak, jangan pakai shampo untuk rambut kering. Efeknya rambutnya Anda malah akan semakin lepek dan berminyak. Kenali jenis dan kekurangan rambut Anda, lalu pilihlah shampo dan kondisioner yang sesuai.

Tak perlu banyak-banyak
Rambut Anda hanya membutuhkan sedikit produk, baik itu shampo, kondisioner, gel rambut, dan produk lainnya. Tuangkan shampo secukupnya saja, tak perlu berlebihan. Anda tentu tak mau membanjiri rambut Anda dengan bahan kimia berlebihan, bukan?

Jangan pakai air panas
Mandi pagi terasa lebih nikmat memakai air panas. Namun temperatur air yang terlalu tinggi bisa membuat rambut dan kulit kepala jadi kering. Jika tak tahan keramas dengan air dingin, gunakan air hangat suam-suam kuku.

Shampo di atas, kondisioner di bawah
Yang perlu dibilas dengan shampo hanya kulit kepala Anda dan rambut bagian atas. Setelah berbusa, biarkan busa shampo turun sendiri hingga ke ujung rambut, bagian yang paling rapuh. Untuk kondisioner, justru sebaliknya. Usapkan hanya di ujung rambut.
sumber : Yahoo

Monday, February 13, 2012


Menjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.

Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.

Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).

Tidak ada waktu
Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.

Terlalu royal memberi hadiah
Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah memberikan anak hadiah apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.

Membandingkan-bandingkan
Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik Anda memberi motivasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.

Terlalu dibebani
Anak juga butuh istirahat dan dicharge. Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.

Terlalu menuntut
Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek bukan akhir dari semuanya, karena masih ada kesempatan lain.


Semoga berhasil!
sumber : Ghiboo


Ghiboo.com - Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda tidak sedang diganggu makhluk halus.

Berdasarkan ilmu medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Namun, banyak masyarakat menyebutnya 'erep-erep'. Masyarakat juga selalu mengaitkan kondisi ini karena ulah makhluk halus yang menindih tubuh kita.

Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Namun, Anda tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya.

Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Bahkan kadang-kadang kelumpuhan tetap ada setelah orang terbangun. Biasanya, kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.

Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.

Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi Anda tidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.

Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan.

Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama

Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan atau lifestyle.
sumber : Ghiboo.com